Sabtu, 11 April 2009

SAATNYA WANITA PNS "BOLEH" MENJADI ISTRI KEDUA.


Sejak tulisan tentang wanita PNS menjadi istri kedua pernah saya tulis, ada beberapa email yang masuk ke saya. Rata-rata merasa bahwa ada ketidakadilan dari PP No 45 tahun 1980 tersebut. Ada yang merasa pasrah tapi ada juga yang ingin berontak, tetapi tidak mengetahui harus kemana suara pemberontakan ini diteriakkan.

Pada dasarnya saya juga tidak sepakat dengan PP ini, bukan karena saya mendukung wanita PNS untuk berpoligami, tapi saya melihat ada unsur diskriminasi dan pelanggaran hak azasi pada wanita PNS dengan terbitnya PP ini. Pertanyaan mendasar adalah;"apa bedanya wanita PNS dengan wanita non PNS khususnya hak untuk menikah?"

Sudah saatnya PP ini direvisi kembali. Wanita PNS dan non PNS mempunyai hak yang sama untuk mempunyai keluarga, yang salah satu caranya mungkin menjadi istri kedua. Andai suruh memilih, tentu semua wanita ingin menikah dengan jalan yang lapang, tanpa terelenggu dengan berbagai syarat dan peraturan yang mengikat bahkan cenderung menjerat hak azasi sebagai wanita, yaitu hak menikah dan dinikahi.

Tanpa bermaksud merendahkan wanita yang non PNS, saya ingin mencoba mengulas sosok wanita PNS dibanding Non PNS jika menjadi istri kedua. Ini semua semata-mata hanya ingin menyatakan bahwa betapa "piciknya" PP ini, PP yang telah mengkerdilkan hak seorang wanita PNS untuk menjadi istri kedua.

WANITA PNS MEMPUNYAI GAJI YANG PASTI SETIAP BULAN.
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa yang namanya PNS itu (walau konon sedikit) tetapi setiap bulannya pasti menerima gaji. Dan gaji yang diterima PNS ini nyaris tidak pernah dipotong oleh ketidakhadiran si PNS di kantor.

Dengan pendapatan yang pasti,yang diterima wanita PNS, tentu sudah bisa menjamin hidupnya. Sehingga kalaupun si wanita PNS tadi menjadi istri kedua, keberadaan dirinya tidak sepenuhnya menjadi beban bagi calon suaminya. Artinya, hakimpun tidak akan terlalu berpikir terlalu dalam jika seorang suami mengajukan izin poligami dengan calon istri yang PNS.

Dengan pendapatan yang "pasti" tadi, tentu dalam persepsi hakim, wanita PNS ini bisa menghidupi dirinya, walau tentu kewajiban memberi nafkah ada pada suami. Selama ini, setiap ada perkara ijin poligami, hakim cenderung "berhitung" dengan pendapatan suami dengan istri dan anaknya yang ada serta kemungkinan jika menikah lagi. Misalnya seorang suami dengan penghasilan 5 juta setiap bulan, mempunyai 2 orang anak. Kemudian suami tersebut mengajukan poligami, maka hakim akan cenderung berhitung, 5 juta dibagi dengan jumlah keluarga (4 orang), maka tiap bulan rata-rata mendapat 1.250 ribu. Jika kemudian si suami menikah lagi dan mempunyai 1 orang anak lagi, maka rata-rata setiap orang adalah 900 rb.
Cukup dan layakkah setiap orang dengan 900 rb? Ini yang kadang menjadi pertimbangan hakim untuk menolak atau diterimanya permohonan ijin poligami.

Maka jika calon istri keduanya adalah PNS, maka tentu asumsi hakim tadi bahwa wanita PNS ini telah mampu menghidupi diri sendiri.Karena paling tidak gaji terendah seorang PNS adalah sebanding dengan UMR. Sehingga hitung-hitungan tidak sejlimet tadi. Karena tanpa dibiayai calon suamipun si wanita PNS bisa menghidupi diri sendiri.

2. WANITA PNS ADALAH ORANG BERPENDIDIKAN.
Untuk saat ini, menjadi PNS paling tidak ijazah terendah adalah SLTA, bahkan sekarang tak jarang menerima di strata 2. Dan tentu ada juga wanita-wanita PNS ada di dalamnya.

Kita tentu berharap semakin tinggi pendidikan seseorang, berbanding lurus dengan kedewasaan dan kematangannya dalam melihat dan menghadapi persoalan. Termasuk juga menentukan pilihan menjadi istri kedua. Wanita PNS kita ini tentu bukanlah sosok "Siti Nurbaya" yang hanya mengikut kehendak orang tua untuk menikah dengan Datuk Maringgih. Tetapi ketika seorang wanita PNS ini bersedia untuk menjadi istri kedua, semuanya telah dilalui dengan memperimbangkan masak-masak resiko menjadi istri kedua, dsbnya.

Bagi seorang hakim, tingkat pendidikan adalah "alat bantu" untuk menerangkan posisi istri kedua. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin ringan tugas hakim untuk menyadarkan hak dan kewajiban calon istri kedua. Maka jika seorang wanita PNS yang notabenenya berpendidikan, maka justru ini membantu hakim untuk memutus perkara ijin poligami yang diajukan calon suaminya.

Dari dua hal yang rasanya sangat substantif ini, sudah saatnya pemerintah mereview kembali PP 45 tahun 1980. Kembalikan hak wanita PNS kepada hak kodratinya. Sudah saatnya pemerintah melepas belenggu rezim lama dalam penerbitan PP ini. Di alam reformasi ini, kita lepaskan juga peraturan-peraturan yang tidak reformis, bahkan cenderung pelanggaran terhadap hak azasi manusia.

Tulisan ini bukan sebagai wujud dukungan saya terhadap poligami, tetapi semata-mata kegelisahan saya terhadap peraturan yang melanggar hak azasi manusia. Biarlah wanita dengan haknya, biarlah jka wanita PNS ingin menjadi istri kedua. Aturlah syaratnya, tapi jangan langgar hak azasinya.

Mari kita sama-sama mencoba menggemakan hak wanita PNS, bahwa wanita PNS juga punya hak sebagaimana wanita bukan PNS, yaitu hak untuk menikah. Dan kalaupun harus menjadi istri kedua, itu tentu bukan pilihan. Tapi jangan larang jika itu telah menjadi kodrat yang harus dijalani.Ayo wanita PNS, silahkan ajukan judicial review agar PP ini dicabut.

38 komentar:

def mengatakan...

Setuju banget Bu...

Anonim mengatakan...

yap..... harus ada keadilan. menjadi istri ke dua itu bukan kemauan ataupun cita2... tapi cinta itu anugrah... kalo cintanya sama duda yang PNS juga..masa gak boleh kawin??? apa yang harus kita lakukan???

Anonim mengatakan...

setuju

Anonim mengatakan...

mari sama2 kita perjuangkan hak wanita

Anonim mengatakan...

dilema antara PNS dan suami....
pilihan yang sangat sulit. tapi laki2 kok boleh ya??

Anonim mengatakan...

yup...setuju banget wanita juga punya hak asasi

Anonim mengatakan...

yup, sekalian aja kita ajukan aja uji materi PP itu.

Ya betul, seharusnya PP itu dibuat tidak bertentangan dengan dengan hak asasi manusia dan Agama, dimana seperti yg kita tau bahwa Hidup, Mati, Jodoh adalah Hak Tuhan, mengapa PP ini sampai menodai nilai2 Agama. Saya Setuju sekali kalo PP ini dicabut, setiap PNS Wanita berhak mendapatkan hak yg sama sebagai insan yg mempunyai hati dan perasaan cinta kepada laki2 yg dicintainya.. atau kemungkinan org yg bikin PP ini tdk punya hati dan pendidikan Agamannya kurang.. SEMANGAT !! TOLAK PP 45 TAHUN 1990!! PNS WANITA JUGA MANUSIA

Seorg Wanita mengatakan...

Setuju asal istri pertama setuju. Hrsnya yg dilarang pemrth adl perzinaan, bkn poligami ato istri k 2. Krn poligami dan istri k 2 adl sunah rasul jika bs brlaku adil, istri ptma stuju, n ckup ekn

Mohammad mengatakan...

Ibu yg saya hormati...Masyaallooh luar biasa perhatian ibu dalam perkara ini... saya usul bwt ibu khususnya dan para pemerhati lain umumnya...gimana klo ada dari kita yg bikin GERAKAN SEJUTA FACEBOOKER & TWITTER UNTUK JUDICIAL REVIEW PP 45 1990 INI..KARENA JELAS INI ADALAH BENTUK DISKRIMINASI THD PEREMPUAN DINEGARA YANG MAYORITAS MUSLIM !! saya akan bantu sebarkan ke seluruh nusantara dech...

dewi mengatakan...

..sy sgt setuju dgn judicial review nya ..apakah melanggar hukum agama kah kalo wanita PNS di Poligami ?? mreka kan pny hak yg sama dgn wanita non PNS lain sbg wanita muslim,, ga fair bgt klo ada pembedaan ini..apalagi sanksi nya yg sangat berat ..

Anonim mengatakan...

Ass. Terimakasih kepada bu lily yang punya perhatian khusus tentang masalah ini. Saya setuju dan akan mendukung sepenuhnya utk Judicial Review PP No 45 ini. Kapan kita mulai......?

Anonim mengatakan...

setuuujuuu..
boleh juga buat gerakan di Facebook
hmm..sekalian supaya di revisi PP tersebut
PNS wanita BOLEH menjadi istri kedua PNS

karena banyak kasus PNS wanita yang harus menyembunyikan pernikahan hanya karena menjadi istri kedua PNS
padahal hak mereka seharusnya sama..

Anonim mengatakan...

terimakasih bu atas perhatiannya! Mohon Ijin bu, mau copas catatan ibu biar temen2 juga liat.

lia mengatakan...

setuju bgt bu.. manknya dosa y jd istri kedua???? saya akan dukung aksi ibu... untuk menegakkan keadilan bagi kaum wanita.

lia mengatakan...

setuju bgt bu.. manknya dosa y jd istri kedua???? saya akan dukung aksi ibu... untuk menegakkan keadilan bagi kaum wanita.

Anonim mengatakan...

setuju banget....mudah2an ada revisi atas PP 45 TH 1990.sehingga tercipta keadilan untuk wanita PNS yang jadi istri kedua.Wanita PNS jg manusia yang ingin hidup normal tanpa harus menyembuyikan status pernikahannya.STOP DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN!!!!!PP 45 THN 1990 POTRET DISKRIMASI TERHADAP PEREMPUAN!

Anonim mengatakan...

Betul Ibu, ketika jalan hidup yang harus qta lalui menentukan qta harus menjadi istri kedua dan qta dihadapkan pada dua pilihan yang sulit, menikah ato tetep menjadi PNS, PP itu trasa sebagai sebuah diskriminasi... haruskah hak menikah dari Allah dikebiri dengan aturan yang dibuat manusia?
sya dukung ibu untung memperjuangkan PP ini direvisi... Allahhu Akbar..

nyoba lagi mengatakan...

saya sangat setuju, mari kita ajukan uji materi terhadap PP ini, dulu PP ini pesenan penguasa waktu itu, Soeharto, yang ternyata anaknya juga pelaku nikah siri (bambang), dan juga tomi pelaku nikah siri dan kawin cerai (katanya koran).. PP ini sudah tidak relevan, btw saya harus mulai dari mana?

Anonim mengatakan...

- Apakah sudah ada yang mengajukan uji materi PP tersebut?
- Bila sudah sampai dimana perkembangannya sampai saat ini?.
Tks

Anonim mengatakan...

apa ada yang salah jika PNS wanita menjadi Istri kedua, saya kira PP itu sudah waktunya di ubah....

Anonim mengatakan...

Apakah sudah ada yang melakukan tindakan nyata mengajukan Judicial Review ?

Anonim mengatakan...

Terimakasih ibu, sampai merinding saya membaca tulisan ibu. Saya setuju kalau ada Judicial Review dan revisi PP 45 th 1990.

mel mengatakan...

gimana klo menjadi istri kedua dr seorang lelaki non pns tapi isteri pertama telah diceraikan,apakah itu tetap itungannya jadi isteri kedua or pertama? terimaksih.

Anonim mengatakan...

saya seorg muslim, istripun muslim, PNS, sy dan istri bekerja..sy tak pernah hbs pikir knp masalah poligami sll dipermasalahkan khan sdh diatur mengenai hak dan kewajibannya dlm Qur'an dan al Hadits, dan sy jg percy semuanya sdh jd Ketetapan Allah...20 th lbh perjalanan RT sy dg istri sy, tdk sekali dua kali diberi kesempatan untuk poligami..tp smp sekarang tak prnh terjadi krn tak ada keinginan itu...smw asalnya dr Allh kembalikan kpd Allah knp hukum Allah sll diperdebatkan..(andai anda seorang muslim...)

rdsud mengatakan...

Ibu hakim memiliki pemikiran dan cara pandang yg mendalam & komprehensif

Anonim mengatakan...

itu PP apa ya?
PP NOMOR 45 TAHUN 1980 bukankah tentang PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 15 TAHUN 1974 TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN PENSIUN BAGI PENERIMA PENSIUN/TUNJANGAN YANG BERSIFAT PENSIUN???

Anonim mengatakan...

dari Sabtu, 11 April 2009 ditulisan ini d muat ko belum ada yang mengajukan judicial review ke MK?

Anonim mengatakan...

Sy termasuk korban dri PP ini, calon istri kedua sy PNS...kami saling mencintai dan sy tidak mau menceraikan istri pertama saya..tpi PP ini telah membuat impian kami berantakan...kok belum ada judicial review ya?

Anonim mengatakan...

Tidak ada seorang wanita pun yang mau berada dalam kondisi tersebut, namun seakan menjadi sebuah garis kehidupan yang tidak bisa dihindari.

Anonim mengatakan...

Saya sangat sependapat dengan yang disampaikan bu Lili. Hak PNS wanita saat ini dikebiri. Larangan PNS wanita menjadi istri kedua, ketiga dan seterusnya menambah maraknya perzinahan dan perselingkuhan. Seharusnya ini yang dilarang. Yang menjadi pertanyaan siapakah yang mampu mengajukan judicial review ke MK? bagaimana caranya? kalau kita hanya berbicara di sini tanpa ada tindakan lebih lanjut persoalan ini tidak akan pernah selesai sedangkan banyak PNS wanita yang nasibnya menunggu peraturan ini dirubah. Saya berharap orang-orang yang mengerti hukum seperti ibu bisa melakukan tindakan. Karena ini melanggar hukum Islam dan utamanya melanggara hak azazi manusia.

Anonim mengatakan...

StOP diskriminasi perempuan.....menjadi istri kedua atau pertama adalah hak asasi...gak ada wanita yang bercita-cita untuk jadi istri kedua...namun takdir tuhan bisa terjadi diantarax karena CINTA sehingga perempuan PNS mau jadi istri kedua...PP 45 1990 selain menindas Hak Asasi Wanita2 PNS, juga tidak sesuai dengan ajaran agama....DUKUNG JUDICIAL REVIEW PP N0 45 1990..

Anonim mengatakan...

Setuju...JUDICIAL REVIEW PP 45 1990

Anonim mengatakan...

Dari komentar2 di atas terlihat bhw banyak perempuan yg selingkuh dg lelaki beristri. Hidup selingkuh massal !!!

Anonim mengatakan...

- Udah dapat ijin dr istri pertama???
- Anda wanita yg mau menjadi istri ke-2 sudah siap juga kalo calon suaminya nanti mau nikah lg utk yg ke-3??? Hehehe... just in case ada suami yg merasa "kurang" klo cuma 2.. atau... stlh dinikahi, ternyata yg ke-2 sama aja rasanya dg yg pertama . Atau lbh parahnya... ternyata yg ke-2 tidak lebih baik dr yg pertama.. hwahahaha..

Anonim mengatakan...

yg menjadi istri ke 2 itu tdk py hati nurani.. bahagia di atas penderitaan wnt lain

Anonim mengatakan...

sungguh semua manusia punya ego masing-masing,,wanita dan laki-laki banyak perbedaan..tapi yang Maha Pencipta, Maha Mulia..pencipta manusia memberikan aturannya untuk memuliakan manusia.

Yuyun Insani S. Putri mengatakan...

Bagaimana kelanjutannya ini?

Wiyono mengatakan...

Sundul lg gan......jd k ky atau mk nihh??