Rabu, 19 November 2008

INI SEMUA IBADAH

Hakim juga manusia.....kadang kelelahan dan kejenuhan menyergap ketika di meja kita menumpuk perkara, ketika hari-hari kita dilakoni dengan sidang dan sidang. Siapa tak jenuh, siapa tak gerah,siapa tak bosan, belum lagi ada ketakutan jika ada hal-hal yang akan kita hadapi ditanggapi dengan kegarangan. Ah...rasanya nyawa adalah taruhan kita.

Kalau kejenuhan sudah menyergap, satu-satunya kata penyemangat adalah: semua diniatkan sebagai ibadah. Rasanya kita menghirup oksigen, ada hawa segar untuk memulai bekerja kembali. Selain itu rasanya perlu juga refreshing untuk mengendurkan ketegangan dan kejenuhan itu.


Ada terbersit dalam benak saya ketika menghadapi kejenuhan ini,:Apa negara tidak memikirkan ini? Maksud saya, untuk sebagian pekerja, setiap tahun selain diberikan hak cuti, juga diberikan uang cuti sebesar 1 bulan gaji. Hal ini tidak berlaku bagi kami. Kalau mau cuti, silahkan aja, tanpa mendapat uang cuti. Artinya jika kita cuti untuk refreshing,maka itu semua harus kita pikirkan sendiri pendanaannya. Tapi rasanya saat ini,tunjangan cuti belum masuk rencana Mahkamah Agung. Karena tunjangan yang pokok-pokok saja belum terpenuhi.


Biarlah ini masih ada dalam benak saya, masih ada dalam harapan. Dan jika kejenuhan menyergap, cukup berkata dalam hati: Ini semua ibadah!!!

(ditulis sesaat sebelum masuk kantor)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

sungguh sangat terkesan "jika berkenan, saya ingin silaturrahim dengan keluarga daeng Lily"

l@ mengatakan...

Hai............salam kenal juga. Dengan senang hati kami membuka pintu untuk silaturrahmi.