Jumat, 12 Desember 2008

Bagian Konsumsi Tak Harus Wanita



Coba diperhatikan, di kegiatan apa saja, di kepanitiaan apas aja, di hajatan apa saja, di acara apa saja,maka khusus bagian konsumsi pasti di tempatkan ibu-ibu.
Entah karena ibu/ wanita termasuk "luwes" dalam memilih dan menentukan menu, atau karena sebab yang lain. Pokoknya giliran konsumsi nyaris dapat dipastikan adalaha ibu-ibu.

Paradigma ini sudah sedemikian mengakar, sehingga sangat sulit sekali menggesernya. Tapi biarlah jika memang demikian, tapi sudah saatnya para ibu-ibu di tempatkan di posisi lebih strategis dalam sebuah perhelatan. Wanita sekarang sudah banyak yang mampu menggarap tugas-tugas yang lebih strategis dibanding hanya sebagai bagian konsumsi.

Kami di Bantul sudah memulainya, paling tidak untuk komunitas PTWP PA Bantul. Paling tidak setiap Jumat, bukan hanya ibu-ibu saja yang disibukkan dengan "konsumsi" untuk kita yang main. Tetapi bapak-bapak juga harus terlibat. Ini membuat kami lebih tidak terbebani.

Ini kadang menjadi bahan bercanda: "Ini semua akibat kesetaraan gender" kata teman berseloroh. Apapun yang jadi penyebabnya, tapi paradigma bahwa ibu-ibu yang memikirkan konsumsi harus segera ditepis. Paling tidak mulai dari diri kita, mulai dari hal terkecil dan mulai dari sekarang.

Tidak ada komentar: